
Way Kanan — Jalan rusak parah di Desa Tanjung Ratu, Kabupaten Way Kanan, menjadi sorotan publik setelah viralnya video konten kreator lokal Oniparawijaya. Video yang dibalut parodi dan sarkasme itu menyebut jalan desa yang berubah menjadi kubangan lumpur sebagai “objek wisata air gratis”, sementara aksi warga menanam pohon pisang di tengah jalan menjadi simbol protes masyarakat terhadap buruknya akses jalan yang tak kunjung diperbaiki.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo, mengakui keluhan masyarakat tersebut sangat beralasan. “Memang ada beberapa titik jalan yang menjadi keluhan masyarakat. Beberapa waktu lalu saya belum sempat turun langsung,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (7/1/2026).
Menindaklanjuti video viral itu, Deni melakukan kunjungan lapangan pada hari yang sama, didampingi Kepala UPT Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung. Mereka meninjau beberapa titik jalan yang mengalami kerusakan parah, terutama di area yang sering dilalui pelajar, kendaraan angkutan desa, dan masyarakat lokal.
Warga setempat menyambut baik kunjungan DPRD tersebut. Seorang warga, Iwan (35), menceritakan bahwa jalan yang rusak sudah menjadi masalah lama. “Setiap hujan jalan ini seperti kolam lumpur. Kami kesulitan lewat, apalagi anak-anak sekolah yang harus berjalan kaki,” katanya.
Selain lumpur, jalan tersebut juga memiliki beberapa titik berlubang yang cukup dalam, sehingga kendaraan roda dua maupun empat sulit melintas. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berisiko menimbulkan kecelakaan. “Kalau hujan deras, lubangnya tidak terlihat. Sudah banyak motor yang tergelincir di sini,” tambahnya.
Deni menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti hasil peninjauan lapangan dengan mengusulkan perbaikan ke pemerintah provinsi Lampung. Ia memastikan bahwa titik-titik jalan yang paling kritis akan menjadi prioritas perbaikan. “Kita ingin masyarakat, terutama pelajar, bisa melewati jalan dengan aman. Jalan ini akan menjadi prioritas perbaikan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi viralnya video dari konten kreator, yang menurutnya telah menjadi “alarm” bagi pemerintah untuk meninjau dan menangani masalah infrastruktur yang sering luput dari perhatian. “Kritik kreatif seperti ini penting. Video viral ini membuat kita cepat turun tangan. Itu bukti partisipasi masyarakat dan konten kreator bisa mendorong perubahan nyata,” tegas Deni.
Kunjungan lapangan ini juga menjadi momentum bagi DPRD Lampung dan Dinas BMBK untuk menyusun rencana perbaikan jangka pendek maupun jangka panjang. Rencana itu mencakup pengaspalan, penguatan struktur jalan, dan perbaikan drainase agar jalan tidak mudah rusak saat musim hujan tiba.
Warga berharap tindak lanjut DPRD dan pemerintah provinsi segera terlihat di lapangan. “Kami senang akhirnya ada yang peduli langsung. Semoga jalan ini cepat diperbaiki dan bisa dilalui dengan aman,” ujar seorang pelajar yang sering melewati jalan tersebut.
Dengan kunjungan ini, DPRD Lampung menegaskan komitmennya untuk merespons keluhan masyarakat secara cepat dan konkret. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan jalan rusak di Way Kanan, tetapi juga menjadi contoh respons pemerintah terhadap kritik sosial yang muncul melalui media digital.


Tidak ada komentar