
Lampung Utara, 16 Januari 2026 — Program Menu Bergizi (MBG) yang dijalankan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lampung Utara tengah menjadi sorotan publik. Hal ini muncul setelah sebuah video viral menampilkan menu yang disajikan dapur SPPG dinilai kurang sehat bagi anak-anak.
Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, menegaskan bahwa tujuan program MBG adalah memberikan makanan bergizi yang mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan kecerdasan siswa sejak dini. “Kita sangat menyayangkan persoalan terkait video viral tersebut, karena tujuan dari dapur MBG ini menghadirkan makanan yang bergizi dan sehat. Guna untuk pertumbuhan anak-anak yang membuat mereka semakin cerdas, sehat, dan bahkan untuk meneruskan masa depan bangsa dan negara kita,” ujar Mikdar saat diwawancarai, Jumat (16/1/2026).
Dari penelusuran awal, beberapa menu yang disajikan di dapur SPPG diduga kurang memenuhi standar gizi, termasuk kurangnya variasi sayur, protein, dan porsi yang tidak sesuai kebutuhan anak-anak. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran orang tua dan guru terkait kualitas makanan yang dikonsumsi anak-anak di sekolah.
Mikdar menekankan pentingnya pemeriksaan lanjutan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menelusuri akar masalah dan memastikan pengawasan dapur SPPG berjalan optimal. “Saya yakin BGN sudah cukup lengkap, mulai dari pengawas, kepala BGN, hingga aparat terkait. Saya percaya hal ini akan ditelusuri secara menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya, sehingga ke depan kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.
Selain pengawasan BGN, Mikdar mendorong keterlibatan guru, orang tua, dan masyarakat dalam memantau jalannya program MBG. Dengan pengawasan yang ketat, kualitas menu yang disajikan dapat dijaga, sehingga anak-anak benar-benar mendapatkan makanan sehat sesuai standar gizi.
Seorang guru SD di Lampung Utara, yang enggan disebutkan namanya, mengaku khawatir terhadap kondisi ini. “Anak-anak butuh makanan bergizi untuk belajar dan tumbuh sehat. Kalau menu kurang sehat terus-menerus, bisa berdampak pada kesehatan dan konsentrasi mereka di sekolah,” ujarnya.
DPRD Lampung menegaskan, program MBG harus dijalankan secara profesional dan transparan agar tidak hanya menjadi simbol, tetapi memberikan manfaat nyata bagi generasi muda. Perhatian serius terhadap menu, kualitas bahan baku, dan prosedur pengolahan makanan menjadi kunci keberhasilan program ini.
Dengan langkah ini, DPRD Lampung berharap SPPG dapat memperbaiki sistem pengawasan, meningkatkan kualitas menu, dan menjadikan MBG sebagai program yang benar-benar mendukung kesehatan dan perkembangan anak-anak di Lampung Utara.


Tidak ada komentar