KemenPPPA Gerakkan Sinergi untuk Tekan Angka Putus Sekolah di Lampung

Dick Ratna Sari
27 Okt 2025 07:21
Beasiswa 0 96
3 menit membaca

Bandar Lampung – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melakukan langkah nyata bersama Pemerintah Provinsi Lampung untuk memastikan anak-anak di daerah tersebut dapat kembali bersekolah setelah sempat mengalami putus sekolah karena berbagai kendala sosial dan ekonomi.

Koordinasi lintas sektor ini melibatkan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Bandar Lampung, serta berbagai lembaga pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Tujuannya adalah untuk menjamin hak pendidikan bagi setiap anak dan mendorong mereka agar tidak meninggalkan bangku sekolah.

Deputi Pemenuhan Hak Anak KemenPPPA, Agustina Erni, menjelaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi oleh negara dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan belajar tanpa terkecuali, apa pun latar belakangnya.
Menurutnya, menyelamatkan satu anak dari putus sekolah sama artinya dengan menyelamatkan masa depan bangsa.

Salah satu kisah nyata yang menjadi perhatian datang dari seorang remaja perempuan berusia 16 tahun di Kota Bandar Lampung yang sempat berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi. Setelah mendapat pendampingan dari UPTD PPA dan bantuan dari KemenPPPA, remaja tersebut kini kembali melanjutkan pendidikan melalui program Kejar Paket B, dan mulai menata kembali mimpinya untuk menjadi seorang guru.

Kepala UPTD PPA Kota Bandar Lampung menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang mengalami kondisi serupa. Tidak hanya memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga dukungan psikologis agar mereka kembali memiliki semangat belajar dan percaya diri untuk melanjutkan pendidikan.

Data dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung menunjukkan bahwa hingga September 2025 masih terdapat lebih dari 1.200 anak usia sekolah dasar dan menengah yang belum kembali ke sekolah. Sebagian besar berasal dari wilayah Telukbetung Timur, Panjang, Pesawaran, dan Lampung Timur.
Faktor-faktor penyebab utama masih tingginya angka putus sekolah di antaranya adalah kondisi ekonomi keluarga yang lemah, pernikahan dini, kurangnya motivasi dan perhatian orang tua, serta akses pendidikan yang masih terbatas di beberapa wilayah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, KemenPPPA bersama pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah tindak lanjut, antara lain dengan mengintegrasikan data anak putus sekolah ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), menyalurkan bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP), serta memberikan edukasi bagi orang tua mengenai pentingnya pendidikan anak.
Selain itu, pada bulan November mendatang, KemenPPPA akan meluncurkan kampanye nasional bertajuk “Sekolah untuk Semua”, yang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari pendidikan.

Melalui program dan koordinasi ini, KemenPPPA berharap anak-anak di Lampung dapat kembali merasakan kebahagiaan belajar di sekolah dan menatap masa depan dengan optimisme. Pemerintah juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk turut aktif memberikan dukungan agar cita-cita “tidak ada anak yang tertinggal” benar-benar terwujud.

Karena di balik setiap anak yang kembali ke sekolah, tersimpan harapan besar bagi kemajuan bangsa dan masa depan Indonesia yang lebih cerah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JPL TV

x
x