Ketika Mimpi Sepak Bola Menyapa Sekolah: I-League Guncang SMAN 1 Bandar Lampung

Dick Ratna Sari
20 Jan 2026 11:21
Olahraga 0 27
3 menit membaca

Bandar Lampung, Jpl.news — Halaman SMAN 1 Bandar Lampung mendadak berubah wajah. Kamis pagi, 15 Januari 2026, bukan sekadar rutinitas upacara atau kegiatan sekolah biasa. Di bawah langit Lampung, mimpi-mimpi besar tentang masa depan sepak bola Indonesia mulai ditanamkan kepada generasi muda.

SMAN 1 Bandar Lampung menjadi saksi sejarah saat Roadshow Super League Indonesia (I-League) Goes to School singgah dan menyapa ratusan siswa. Bukan hanya memperkenalkan dunia sepak bola profesional, tetapi membuka tabir sebuah industri raksasa yang selama ini mungkin hanya mereka lihat dari layar televisi.

Di hadapan para siswa yang antusias, Corporate Share Value Manager I-League, Hanif Marjuni, menyampaikan pesan yang mengguncang cara pandang mereka. Sepak bola, kata dia, bukan sekadar permainan, melainkan industri bernilai lebih dari Rp10 triliun dalam satu musim.

“Angka ini bukan cerita fiksi,” tegas Hanif. “Ini catatan nyata dari BRI Super League sebagai sponsor utama. Di balik perputaran uang tersebut, terbuka peluang karier luas bagi generasi muda.”

Ia menekankan, masa depan sepak bola Indonesia tidak hanya milik mereka yang berlari di lapangan. Di balik sorotan lampu stadion, ada medical officer, analis, manajemen klub, hingga industri fashion olahraga yang sama menjanjikannya.

Lihat Video: Ketika Mimpi Sepak Bola Menyapa Sekolah: I-League Guncang SMAN 1 Bandar Lampung

“Kesejahteraan di balik layar tidak kalah dari atlet. Sepak bola adalah industri global yang bisa bersaing dengan sektor lain,” ujarnya, disambut sorak siswa.

Optimisme itu kian menguat ketika Hanif menyinggung kehadiran Bhayangkara FC di Lampung. Menurutnya, ini adalah peluang emas bagi anak-anak Sai Bumi Ruwa Jurai untuk terlibat langsung mengisi posisi strategis dalam ekosistem sepak bola profesional nasional.

Sambutan hangat datang dari Kepala SMAN 1 Bandar Lampung, Drs. Suharto, M.Pd. Ia mengapresiasi langkah I-League dan BRI yang hadir langsung menyapa siswa.

“Program ini bukan hanya sosialisasi, tapi motivasi. Anak-anak kami melihat masa depan baru yang mungkin selama ini tak pernah mereka bayangkan,” ujarnya.
Suharto yang juga menjabat Ketua MKKS SMA Provinsi Lampung menegaskan, antusiasme siswa menjadi bukti bahwa sepak bola dapat menjadi pilihan karier yang bermartabat dan menjanjikan.

Semangat siswa semakin membara saat dua pemain Bhayangkara FC, Evandra dan Alberto, hadir memberikan motivasi. Sosok atlet profesional itu seolah menjadi bukti nyata bahwa mimpi bisa diwujudkan dengan kerja keras dan disiplin.

Tak hanya sarat inspirasi, roadshow ini juga tampil meriah. Panggung seni SMAN 1 Bandar Lampung hidup dengan tari tradisional, pencak silat, band, solo song, modern dance, drum solo, hingga paskibra—perpaduan budaya dan semangat muda yang menggambarkan karakter kuat generasi Lampung.

Hari itu, SMAN 1 Bandar Lampung bukan sekadar sekolah. Ia menjadi tempat lahirnya harapan, bahwa dari bangku SMA, masa depan industri sepak bola Indonesia bisa mulai dibangun. (Tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JPL TV

x
x