
Lampung Tengah — Upaya memperkuat pendidikan karakter dan melestarikan seni budaya lokal terus digalakkan di Kabupaten Lampung Tengah. Melalui Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), sebanyak 10 sekolah di wilayah tersebut kini menjadi pelopor dalam mengintegrasikan seni ke dalam kegiatan pembelajaran.
Program GSMS yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini mendapat sambutan positif dari para guru, siswa, dan masyarakat. Tujuan utamanya adalah membangun karakter, kreativitas, dan apresiasi terhadap seni budaya daerah melalui keterlibatan langsung seniman profesional di lingkungan sekolah.
Kegiatan GSMS di Lampung Tengah melibatkan berbagai bentuk kesenian seperti tari tradisional, musik, teater, sastra, hingga seni rupa. Para seniman yang tergabung dalam program ini menjadi mitra guru dalam menyusun kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa.
Salah satu guru di SDN 1 Gunung Sugih, Nurhayati, mengatakan bahwa kehadiran program ini membawa suasana baru di sekolah.
“Anak-anak jadi lebih berani tampil, percaya diri, dan mulai mengenal kesenian daerahnya sendiri. Mereka tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik langsung dari senimannya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah menyampaikan bahwa GSMS merupakan langkah konkret untuk menumbuhkan generasi yang kreatif sekaligus berkarakter.
“Seni bukan sekadar hiburan, tetapi media pendidikan yang membentuk rasa, empati, dan identitas budaya siswa. Dengan GSMS, kami ingin sekolah menjadi ruang ekspresi sekaligus pelestarian budaya Lampung,” jelasnya.
Program ini dilaksanakan di berbagai sekolah, di antaranya SDN 2 Simpang Agung, SDN 1 Gunung Sugih, SMPN 1 Rumbia, SMPN 2 Trimurjo, serta beberapa sekolah lainnya. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan, terutama ketika mereka diajak untuk menampilkan hasil karya seni di hadapan teman-teman dan guru.
Selain memperkuat karakter dan kreativitas, pelaksanaan GSMS juga diharapkan dapat menjadi sarana regenerasi bagi kesenian lokal yang mulai jarang dikenal oleh generasi muda. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai budaya daerah seperti gotong royong, disiplin, dan cinta tanah air dapat tumbuh secara alami dalam diri siswa.
Pemerintah daerah berencana memperluas jangkauan program GSMS ke lebih banyak sekolah di tahun mendatang. Harapannya, pendidikan di Lampung Tengah tidak hanya melahirkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga berjiwa seni, berkarakter kuat, dan mencintai budaya bangsa.


Tidak ada komentar