
Metro, Lampung — Upaya meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar terus dilakukan oleh PT Tunas Dwipa Matra (TDM) Lampung melalui program Edukasi Safety Riding Tunas Honda. Pada awal Oktober 2025, kegiatan tersebut digelar di SMK Negeri 3 Kota Metro, menjadikan sekolah ini sebagai lokasi terbaru dari rangkaian sosialisasi yang digelar secara berkelanjutan di berbagai sekolah menengah di Provinsi Lampung.
Kegiatan yang berlangsung di aula dan lapangan utama SMKN 3 Metro ini diikuti oleh ratusan siswa dari berbagai jurusan. Mereka tampak antusias mengikuti setiap sesi edukasi yang disampaikan oleh tim instruktur TDM Lampung dan perwakilan dealer Honda Metro. Sejak pagi, area sekolah sudah dipenuhi dengan atribut keselamatan seperti helm standar SNI, rompi pelindung, serta sepeda motor yang digunakan untuk simulasi praktik berkendara.
Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 3 Metro menyampaikan apresiasi kepada TDM Lampung yang telah memilih sekolahnya sebagai mitra edukasi. Ia menekankan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting karena banyak siswa yang sudah menggunakan kendaraan bermotor untuk berangkat ke sekolah.
“Pelajar adalah kelompok usia yang paling rentan terlibat kecelakaan lalu lintas. Karena itu, edukasi seperti ini sangat membantu untuk menanamkan kesadaran sejak dini tentang bagaimana cara berkendara yang aman dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Selain itu, pihak sekolah juga menilai bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi SMKN 3 Metro yang berfokus pada pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Dengan pemahaman yang benar tentang keselamatan berkendara, siswa diharapkan mampu menjadi contoh yang baik di lingkungan masyarakat.
Instruktur safety riding dari Tunas Honda Lampung, dalam sesi materinya, menjelaskan pentingnya menerapkan prinsip #Cari_Aman saat berkendara. Prinsip ini meliputi kesiapan fisik dan mental sebelum mengendarai motor, penggunaan perlengkapan keselamatan seperti helm, jaket, dan sepatu tertutup, serta kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas.
Para siswa juga diperkenalkan pada teknik dasar berkendara aman, seperti menjaga jarak aman, cara mengerem yang benar, hingga cara menghadapi kondisi jalan licin. Setelah itu, mereka mengikuti sesi praktik di lapangan menggunakan motor uji yang disediakan pihak Honda. Dalam sesi ini, siswa secara bergantian mempraktikkan teknik pengereman dan pengendalian motor di berbagai kondisi jalan buatan.
“Selama ini banyak pengendara muda yang tahu teori tapi belum paham praktiknya. Lewat simulasi ini, kami ingin siswa benar-benar merasakan bagaimana menerapkan keselamatan di jalan,” jelas salah satu instruktur TDM Lampung.
Kegiatan safety riding ini dikemas secara menarik agar tidak terasa membosankan. Selain pemaparan dan praktik, panitia juga mengadakan kuis interaktif seputar keselamatan berlalu lintas dengan hadiah menarik bagi peserta yang menjawab dengan benar. Tujuannya adalah agar siswa dapat lebih memahami materi yang disampaikan melalui cara yang menyenangkan.
Salah satu peserta, Rifky, siswa kelas XI Teknik Otomotif, mengaku mendapatkan banyak ilmu baru. “Biasanya saya cuma tahu kalau pakai helm itu wajib, tapi di sini dijelaskan juga alasan ilmiahnya kenapa harus begitu. Jadi saya lebih paham kalau keselamatan itu bukan hanya aturan, tapi kebutuhan,” ujarnya.
Sementara itu, Lina, siswi jurusan Akuntansi, mengatakan bahwa kegiatan ini membuatnya lebih berani menegur teman-temannya yang sering mengendarai motor tanpa helm. “Sekarang saya tahu bahayanya. Jadi kalau ada teman yang nggak pakai helm, saya ingatkan dulu sebelum berangkat,” katanya sambil tersenyum.
Perwakilan PT Tunas Dwipa Matra Lampung, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Honda yang telah dijalankan selama bertahun-tahun. Lampung menjadi salah satu provinsi prioritas karena angka pelajar pengguna kendaraan bermotor terus meningkat setiap tahunnya.
“Melalui edukasi ini, kami ingin menumbuhkan generasi muda yang sadar pentingnya keselamatan. Honda percaya bahwa keselamatan adalah budaya yang harus ditanamkan, bukan sekadar dipelajari,” ujar perwakilan TDM Lampung.
Program edukasi safety riding TDM Lampung telah menjangkau puluhan sekolah di wilayah Lampung, termasuk SMA Negeri 4 Bandar Lampung, SMK Negeri 2 Pringsewu, dan kini SMKN 3 Kota Metro. Kegiatan serupa rencananya akan terus berlanjut ke sekolah-sekolah lain hingga akhir tahun 2025.
Kegiatan edukasi keselamatan berkendara di SMKN 3 Metro ini mendapat tanggapan positif dari seluruh peserta. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Pihak sekolah berharap agar kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin, bukan hanya acara seremonial semata.
Dengan berakhirnya kegiatan edukasi ini, para siswa SMKN 3 Metro kini diharapkan mampu menjadi pelopor keselamatan berkendara di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Semangat untuk berkendara aman dan bertanggung jawab kini menjadi bagian dari karakter siswa yang siap menghadapi tantangan di era mobilitas modern.
Melalui langkah kecil namun berdampak besar ini, Tunas Honda Lampung dan SMKN 3 Metro membuktikan bahwa membangun kesadaran keselamatan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua pihak yang peduli terhadap masa depan generasi muda.


Tidak ada komentar