
Metro – Suasana Lapangan Samber Kota Metro pada Selasa (24/9/2025) tampak berbeda dari biasanya. Ribuan pelajar, mahasiswa, guru, hingga pegiat literasi berbondong-bondong memenuhi arena Festival Literasi 2025. Di bawah tenda besar yang dihiasi deretan rak buku berwarna-warni, Wali Kota Metro hadir untuk membuka secara resmi acara tahunan yang kini menjadi ikon pendidikan kota berjuluk Kota Pendidikan itu.
Tepuk tangan meriah terdengar ketika Wali Kota mengumumkan jumlah koleksi buku yang disuguhkan tahun ini. Sebanyak 100.000 buku dari berbagai penerbit nasional dan lokal tertata rapi, siap dibaca, dipinjam, bahkan dibawa pulang oleh masyarakat. Mulai dari buku anak-anak, novel remaja, karya ilmiah, hingga literatur digital, semuanya tersedia.
“Festival Literasi ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah gerakan nyata untuk menjadikan membaca sebagai budaya masyarakat Metro. Kami ingin generasi muda kita tumbuh dengan cinta pada ilmu pengetahuan, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak,” ujar Wali Kota dalam sambutannya.
Di salah satu sudut lapangan, anak-anak sekolah dasar terlihat antusias membuka lembaran buku cerita bergambar. Sementara itu, pelajar SMA sibuk mengikuti workshop literasi digital yang dipandu oleh narasumber nasional. Ada juga stan community corner yang menampilkan karya tulis, zine, dan hasil riset lokal dari mahasiswa Metro.
Tidak hanya itu, festival juga menghadirkan talkshow inspiratif bersama penulis muda, diskusi komunitas literasi, hingga pelatihan menulis kreatif. Semua kegiatan ini dirancang agar masyarakat tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga pencipta pengetahuan baru.
Menurut panitia, kehadiran 100.000 buku di festival tahun ini merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan. Dukungan dari berbagai penerbit dan komunitas literasi menunjukkan bahwa semangat untuk membangun Kota Metro sebagai pusat pendidikan dan literasi semakin menguat.
“Buku adalah jendela dunia, dan festival ini adalah pintu masuknya. Harapan kami, masyarakat Metro bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan, memperkuat budaya baca, sekaligus meningkatkan daya saing di era global,” tambah Wali Kota.
Dengan semarak festival yang berlangsung hingga beberapa hari ke depan, Kota Metro kembali menegaskan posisinya sebagai kota yang tidak hanya ramah pendidikan, tetapi juga tempat di mana literasi tumbuh dan menjadi gaya hidup warganya.


Tidak ada komentar