SMKN 2 Kalianda Tingkatkan Relevansi Pendidikan Vokasi Lewat Penyelarasan Kurikulum Berbasis Industri

Dick Ratna Sari
29 Sep 2025 05:35
Edu News 0 100
3 menit membaca

Lampung Selatan – Upaya memperkuat pendidikan vokasi terus dilakukan SMK Negeri 2 Kalianda. Pada September ini, sekolah tersebut menyelenggarakan kegiatan penyelarasan kurikulum berbasis industri sebagai langkah strategis untuk memastikan materi ajar yang diberikan kepada siswa sesuai dengan kebutuhan nyata Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Kepala SMKN 2 Kalianda, I Nyoman Mister, M.Pd., menegaskan bahwa perubahan kurikulum bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendesak agar lulusan SMK dapat lebih cepat terserap di pasar kerja. “Industri bergerak cepat, dan dunia pendidikan harus menyesuaikan diri. Penyelarasan ini bertujuan agar siswa kami benar-benar memiliki keterampilan sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan, tidak hanya sekadar teori di kelas,” ungkapnya.

Dalam forum penyelarasan kurikulum ini, hadir berbagai mitra industri dari sektor otomotif, pariwisata, teknologi informasi, dan tata boga. Mereka memberikan masukan terkait kompetensi teknis yang saat ini paling dibutuhkan. Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya soft skills seperti etos kerja, disiplin, kemampuan komunikasi, dan kepemimpinan.

Para guru produktif yang mengikuti kegiatan ini menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurut mereka, masukan dari industri akan memperkaya strategi pembelajaran yang sudah ada. Beberapa guru bahkan berencana mengintegrasikan studi kasus nyata dari perusahaan ke dalam proses belajar di kelas, sehingga siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terbiasa menyelesaikan masalah yang relevan dengan dunia kerja.

Selain diskusi kurikulum, kegiatan ini menghasilkan kesepakatan penting: adanya program magang terstruktur yang memungkinkan siswa SMKN 2 Kalianda belajar langsung di perusahaan mitra selama beberapa bulan. Dengan demikian, mereka memperoleh pengalaman kerja yang nyata sebelum lulus. Perusahaan pun diuntungkan karena dapat mengenal lebih dekat potensi calon tenaga kerja.

Dinas Pendidikan Provinsi Lampung yang turut hadir memberi apresiasi tinggi terhadap langkah SMKN 2 Kalianda. Menurut mereka, inisiatif ini sejalan dengan kebijakan nasional link and match pendidikan vokasi dan industri. “Kami berharap sekolah lain bisa mencontoh langkah ini. Pendidikan vokasi harus dinamis dan tidak boleh terjebak dengan kurikulum yang kaku,” ujar perwakilan Dinas Pendidikan.

Kegiatan penyelarasan kurikulum ini juga memperlihatkan bahwa SMKN 2 Kalianda serius mempersiapkan siswa bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai calon wirausaha. Dengan pemahaman langsung dari dunia industri, siswa diharapkan mampu melihat peluang usaha yang dapat mereka kembangkan setelah lulus.

Melalui berbagai upaya tersebut, SMKN 2 Kalianda optimistis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis sesuai standar industri, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar kerja. Langkah penyelarasan kurikulum ini menjadi pijakan penting untuk mewujudkan visi sekolah sebagai lembaga pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada masa depan.

Dengan kolaborasi erat antara sekolah, dunia usaha, dan dunia industri, SMKN 2 Kalianda berharap dapat terus menjadi motor penggerak pendidikan vokasi di Lampung Selatan sekaligus melahirkan generasi muda yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JPL TV

x
x