Disdikbud Lampung Pastikan Kesiapan Uji Kompetensi Guru, Dorong Profesionalisme Tenaga Pendidik

Dick Ratna Sari
8 Okt 2025 05:26
Berita 0 208
3 menit membaca

Bandar Lampung — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung tengah bersiap menggelar Uji Kompetensi Guru (UKG) 2025 yang akan dilaksanakan pada 18 Oktober mendatang. Agenda ini menjadi langkah penting pemerintah daerah dalam memastikan mutu tenaga pendidik terus berkembang seiring tuntutan zaman dan kemajuan teknologi.

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengungkapkan bahwa uji kompetensi tahun ini berbeda dari sebelumnya karena seluruh proses akan dilakukan secara berbasis komputer (Computer Assisted Test/CAT). Sistem ini diyakini mampu memberikan hasil yang lebih objektif, cepat, dan akurat dalam memetakan kemampuan guru.

“Pelaksanaan UKG ini bukan hanya bentuk evaluasi, tetapi juga bagian dari strategi pembinaan guru untuk meningkatkan profesionalisme mereka. Kami ingin Lampung memiliki tenaga pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kurikulum,” ujar Thomas dalam konferensi pers, Senin (7/10/2025).

Ujian ini akan diikuti oleh 2.900 guru SMA dan SMK dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Untuk tahap pertama, pelaksanaan akan dipusatkan di tiga lokasi, yakni SMKN 1 Bandar Lampung, SMAN 5 Bandar Lampung, dan Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. Tahap berikutnya akan digelar di sejumlah kabupaten seperti Metro, Lampung Tengah, dan Pringsewu.


Fokus pada Kompetensi dan Literasi Guru

Menurut data, UKG tahun ini akan menguji 15 mata pelajaran utama, termasuk tambahan bidang Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris guna mengukur kemampuan literasi dan komunikasi guru. Penilaian tidak hanya menyoroti aspek pengetahuan, tetapi juga kemampuan pedagogik, pemahaman kurikulum, serta penerapan teknologi pembelajaran.

Sementara itu, Disdikbud juga akan menggunakan hasil UKG sebagai bahan pemetaan kebutuhan pelatihan lanjutan bagi guru. Guru dengan skor rendah tidak akan diberi sanksi, melainkan diarahkan mengikuti program peningkatan kompetensi yang sesuai bidangnya.

“Kami ingin menegaskan bahwa uji kompetensi ini bukan ajang hukuman, melainkan sarana pembinaan. Guru yang hasilnya belum optimal akan kami dampingi untuk mengikuti pelatihan intensif,” tambah Thomas.


Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi dan Lembaga Profesional

Untuk menjamin transparansi dan kualitas pelaksanaan, Disdikbud Lampung bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk IIB Darmajaya dan Universitas Lampung (Unila). Kolaborasi ini mencakup penyusunan soal, pengawasan teknis, hingga analisis data hasil ujian.

Selain itu, forum guru di Lampung turut memberikan dukungan terhadap langkah ini. Ketua Forum Guru Lampung, Sri Wahyuni, mengatakan bahwa kegiatan UKG menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya belajar di kalangan guru.

“Guru adalah pelajar sepanjang hayat. Melalui UKG, kami terdorong untuk terus belajar, memperbarui pengetahuan, dan meningkatkan kemampuan mengajar di era digital,” ujarnya kepada lampost.co.


Menuju Guru Unggul dan Pendidikan Bermutu

Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru 2025 diharapkan menjadi titik awal bagi lahirnya guru-guru unggul yang mampu menjawab tantangan Revolusi Industri 5.0 dan Kurikulum Merdeka. Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menjadikan hasil UKG sebagai dasar penyusunan program pelatihan, promosi jabatan fungsional, dan sertifikasi lanjutan.

“Guru adalah kunci utama keberhasilan pendidikan. Jika kualitasnya meningkat, maka mutu pendidikan di Lampung pun akan naik,” tutup Thomas.

Dengan persiapan matang dan dukungan dari berbagai pihak, pelaksanaan UKG 2025 diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Lampung.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JPL TV

x
x