Skandal Korupsi Rp 332 Juta di SMKN 1 Seputih Surabaya Viral di TikTok: Study Tour Dilarang Diganti Kunjungan Industri Rp 2,4 juta

Dick Ratna Sari
8 Nov 2025 14:49
Berita Sekolah 0 200
2 menit membaca

Lampung Tengah, Jpl.news – Dugaan praktik korupsi dengan kerugian negara mencapai Rp 332 juta di SMKN 1 Seputih Surabaya menjadi sorotan warga setelah video viral di TikTok oleh akun Jurnal Pendidikan Lampung (@jplnews9).

Video yang diunggah pada 6 November 2025 ini membeberkan adanya mark up biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sebesar Rp 401 juta dari dana BOS Tahap 1 tahun 2025.

Hingga Sabtu, 8 November 2025, video tersebut sudah ditonton lebih dari 89 ribu kali dan dibagikan sebanyak 2 ribu kali. Berita ini memicu reaksi beragam dari wali murid, alumni, hingga masyarakat sekitar.

Sejumlah komentar mengungkap berbagai keluhan, seperti biaya kunjungan industri ke Yogyakarta sebesar Rp 2,4 juta yang dianggap mahal oleh pengguna TikTok @wong alas, meskipun kegiatan study tour resmi dilarang.

“Padahal udah dilarang study tour, tapi diganti dengan kunjungan industri dengan biaya untuk Jogjakarta Rp 2,4 juta,” Tulisnya.

Banyak juga yang menyuarakan kekecewaan terhadap pungutan dana pembangunan masjid dan dugaan ketidaktransparanan penggunaan dana.

@tamunegara: Anak saya sekolah disini baru kelas 1 tahun 2025 sudah ditarik uang bangunan masjid.

@ur, girl: “SMK yang dibanggakan, padahal di dalamnya banyak hal tersembunyi.

Seorang alumni, @AMANDA, bahkan mengungkapkan bahwa isu tersebut bukan hal baru dan pernah mereka protest pada 2019 karena fasilitas sekolah yang minim.

“Saya alumni 2019 dan pada masa itu kami sudah pernah melakukan demo dan gak kaget dengn berita seperti ini memang seperti itu, bahkan di jaman itu fasilitas belum layak seperti yang sekarang, bahkan gayung di kamar mndi pun tidak ada parkiran juga tidak ada 😂 yang alumni 2019 pasti faham,” Tulis @Amanda.

Selain itu, Pekerjaan pembangunan di sekolah juga menjadi pertanyaan warga, terutama terkait sumber dana pembangunan gedung dan fasilitas baru yang belum jelas asal usulnya.

@iyy: Ayah aku pernah kerja disitu, kalo seinget aku tahun 2024 atau 2025 ayah aku bangun/benerin lantai/benerin sesuatu apa gitu disitu tapi gapernah di gaji sampai sekarang.

@Nadhea Safitri: Trs pembangunan yang di belakang itu make uang apa anjir 😭kaya gedung trs tempat buat pentas KLO pas ada acara” itu ehh dah GK tau lagi sumpah 🥹

@shanty.77: Maaf ya,yg komen baru masuk di tarik uang masjid,itu salah faham.setau saya pihak sekolah tidak meminta,tetapi nyumbang suka rela.kalau gak nyumbang ya gak papa gak memaksa.

Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat dan menuntut penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang agar transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan dapat terjamin.

Bagaimana tanggapan Kepala Disdikbud Provinsi Lampung Thomas America atas pemberitaan ini, tunggu edisi mendatang. (Tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JPL TV

x
x