Capaian Program Unggulan Dinas Ketahanan Pangan Lampung Timur 2025: Perjuangan dari Sawah, Harapan dari Pangan

Dick Ratna Sari
14 Jan 2026 09:50
Berita 0 63
2 menit membaca

Lampung Timur, Jpl.news — Di tengah ancaman cuaca tak menentu, tekanan ekonomi, dan bayang-bayang stunting yang masih menghantui, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur memilih untuk tidak tinggal diam.

Tahun 2025 menjadi panggung pembuktian. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, serangkaian program unggulan digulirkan—bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan napas harapan bagi petani dan masyarakat kecil.

Langkah nyata itu dimulai dari sawah dan ladang. Pembangunan lanjutan Rumah Vertikal Dryer yang disalurkan kepada dua kelompok tani menjadi simbol perlawanan terhadap kerugian pascapanen akibat cuaca ekstrem.

Mesin pengering modern ini bukan hanya mempercepat proses panen, tetapi juga menyelamatkan jerih payah petani dari ancaman gagal panen dan harga jual yang anjlok. Inilah wujud keberpihakan pemerintah daerah terhadap modernisasi pertanian Lampung Timur.

Tak berhenti di situ, denyut kepedulian juga menyasar dapur-dapur keluarga di wilayah rawan stunting. Sepuluh Kelompok Wanita Tani (KWT) menerima bantuan benih sayur, polibag, dan pupuk.

Pekarangan rumah pun disulap menjadi sumber gizi dan harapan. Program ini menjadi senjata sunyi namun ampuh dalam perang melawan stunting—menanam hari ini demi menyelamatkan generasi esok.

Ketika harga pangan kerap menjadi momok, Pemkab Lampung Timur hadir melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Sepanjang 2025, sebanyak 72 paket pangan disalurkan ke titik-titik krusial: wilayah kemiskinan ekstrem, lokasi stunting, daerah dengan tekanan Indeks Harga Konsumen (IHK), hingga momentum Hari Besar Keagamaan Nasional.

Dtengah mahalnya kebutuhan pokok, GPM menjadi oase bagi masyarakat—pangan berkualitas dengan harga terjangkau.

Di sektor hulu, dukungan terhadap produksi pertanian digencarkan.

Sebanyak 96 kelompok tani dan Gapoktan menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pupuk, membuka jalan bagi efisiensi kerja, perluasan areal tanam, dan peningkatan produktivitas berkelanjutan.

Tak ketinggalan, bantuan benih jagung disalurkan kepada 9 kelompok tani, serta pembangunan 12 unit Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai solusi ramah lingkungan pengendalian hama. Dua kelompok tani lainnya kembali diperkuat dengan pembangunan Rumah Vertical Dryer.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lampung Timur, Tri Wibowo, menegaskan bahwa seluruh capaian ini bukanlah program sesaat, melainkan komitmen jangka panjang.

“Ini adalah ikhtiar bersama. Dengan sinergi dan kolaborasi lintas sektor, kami ingin Lampung Timur menjadi daerah yang tangguh pangan, petaninya sejahtera, dan mampu berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Tahun 2025 pun tercatat sebagai momentum penting—saat Lampung Timur melangkah mantap memperkuat fondasi pangan dan pertanian.

Dari sawah ke meja makan, dari kebijakan ke kehidupan nyata, program-program ini membuktikan bahwa keberpihakan pada rakyat kecil bukan sekadar slogan, melainkan perjuangan yang terus diperjuangkan. (Adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JPL TV

x
x