Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, turun langsung mengantarkan para siswa ke sekolah masing-masing, Senin (8/6/2026). Foto: IstimewaBandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai memindahkan proses belajar mengajar siswa SMA Siger ke enam sekolah swasta di Bandar Lampung setelah sekolah tersebut tidak dapat beroperasi akibat terkendala perizinan.
Pada Senin (8/6/2026), sebanyak 79 siswa SMA Siger resmi mengikuti ujian di sekolah tujuan yang telah ditetapkan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, bahkan turun langsung mengantarkan para siswa ke sekolah masing-masing.
“Hari ini saya antar siswa SMA Siger ke sekolah tujuan. Ada enam sekolah yang melaksanakan ujian. Sebanyak 79 siswa sudah berada di dalam kelas mengikuti ujian di enam sekolah tersebut. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” ujar Thomas saat ditemui di SMA Arjuna, Senin (8/6/2026).
Enam sekolah swasta yang menjadi tempat melanjutkan pendidikan para siswa tersebut adalah SMA Arjuna dengan 28 siswa, SMA Bina Mulya 20 siswa, SMA Islamiyah 21 siswa, SMA Assafina tujuh siswa, SMA Pangudi Luhur satu siswa, dan SMA Budaya dua siswa.
Thomas menjelaskan, penempatan siswa dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi tempat tinggal masing-masing agar akses menuju sekolah lebih mudah.
“Alasan dipilihnya enam sekolah swasta ini karena berdekatan dengan rumah siswa-siswa Siger tersebut, supaya memudahkan mereka dari segi jarak,” katanya.
Ia berharap para siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru dan tetap fokus menyelesaikan pendidikan hingga lulus.
“Kemudian harapan kami, mereka juga nyaman di sekolah ini sehingga nanti mereka bisa lulus dan melanjutkan perjuangan untuk kuliah dan hal-hal lainnya. Oleh karena itu, kita berikan dukungan. Bapak Gubernur juga memberikan atensi bahwa mereka ini harus ditargetkan secara penuh untuk tetap melanjutkan sekolah dan tamat di enam sekolah yang sudah kita tunjuk tersebut,” ungkapnya.
Thomas menegaskan bahwa persoalan biaya pendidikan tidak akan menjadi beban bagi orang tua siswa. Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan dukungan pembiayaan dan membuka peluang kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung.
“Insyaallah kita tanggung. Apakah nanti kita berkolaborasi dengan Pemkot, karena Pemkot juga akan memberikan dukungan. Tapi kami juga siap untuk mendukung penuh. Intinya, kalau masalah biaya jangan sampai menjadi beban bagi orang tua dan siswa. Kita akan bantu semaksimal mungkin. Yang penting, tugas mereka hanyalah belajar,” tegasnya.
Pada hari pertama masuk sekolah baru, para siswa langsung mengikuti ujian yang bersifat khusus. Thomas menjelaskan, ujian tersebut sekaligus menjadi tes masuk dan ujian kenaikan kelas.
“Hari ini mereka mengikuti ujian untuk kenaikan kelas. Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Mereka tampak semangat belajar dan semangat mengerjakan tes. Mudah-mudahan mereka bisa merasa nyaman di sekolah yang sekarang,” katanya.
Disdikbud Lampung juga telah meminta kepala sekolah dan para guru di enam sekolah tujuan untuk memberikan pendampingan secara intensif kepada para siswa eks SMA Siger.
“Tadi juga sudah saya sampaikan kepada para kepala sekolah dan guru-guru untuk mendampingi mereka secara konsisten dan intens. Tujuannya supaya mereka nyaman belajar dan nantinya bisa lulus di sekolah tempat mereka ditempatkan masing-masing,” ujarnya.
Thomas menambahkan, ujian yang dijalani para siswa merupakan ujian susulan karena di sekolah-sekolah lain proses ujian akhir semester telah lebih dahulu dilaksanakan.
“Ini sifatnya merangkap, tes masuk sekaligus tes ujian, sehingga nanti mereka bisa naik kelas dan dapat melanjutkan pendidikannya di sekolah tersebut,” jelasnya.
Di sisi lain, Thomas menilai kebijakan penempatan siswa SMA Siger ke sekolah swasta juga menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap keberlangsungan sekolah swasta.
Menurutnya, sistem penerimaan peserta didik berbasis tes yang diterapkan saat ini akan mendorong siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri untuk memilih sekolah swasta.
“Melalui sistem berbasis tes ini, insyaallah nanti anak-anak yang tidak tertampung di sekolah negeri akan memilih sekolah swasta yang ada di Bandar Lampung. Oleh karena itu, kita berharap SMA swasta juga akan terus hidup di masa depan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Yayasan Siger Prakarsa Bunda menyatakan tidak mampu lagi menyelesaikan persoalan operasional SMA Siger 1 dan SMA Siger 2 Bandar Lampung. Setelah dinilai belum dapat memenuhi berbagai persyaratan yang telah disepakati, penanganan seluruh siswa resmi diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Lampung.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemprov Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera mengambil langkah dengan memindahkan para siswa ke enam sekolah swasta yang telah ditunjuk guna memastikan hak mereka untuk memperoleh pendidikan tetap terjamin.


Tidak ada komentar